19.9.11

night on earth (1991)

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Foreign
mereview lagi setelah skian lama tak menulis :)

beberapa film lama bagus yang tidak terlalu terkenal (secara umum dan luas) sering jadi tujuan eskapis saya dalam kejemuan, atau sekedar untuk merayu mood. dan night on earth jadi salah satu pilihan dari sekian banyak film yang saya bajak dari sana sini :)

------------------------------------------------------------------------spoiler allert
sebetulnya saya tidak terlalu kesal dengan spoiler tapi beberapa orang merasa ekspektasi bisa mengacaukan tontonan, kalau kau termasuk orang2 itu, saya kasi peringatan *tanpa mengurangi rasa sayang

night on earth cerita tentang malam-malamnya supir taksi di lima kota keren dunia (tadinya mau bilang lima kota sibuk dunia, tp di film ini 'sibuk' ini enggak ditonjolkan) Los Angeles, New York, Paris, Roma, dan Helsinki.
Jim Jarmusch si penulis-sutradara-produser, membuat film ini menarik dengan 5 tokoh sentral yang kesemuanya supir taksi tapi beda2 karakter, dalam review ini lima orang ini: corky(winona ryder, LA), almut(orang jerman nyasar di New York), Isaach De Bankolé, (orang afrika(ivory coast)yang jd supir taksi di Paris), Roberto Benigni(Roma), dan Mika(Matti Pellonpää, Helsinki).

jadi pada intinya setiap supir taksi ini memiliki kontradiksi dengan sekitarnya, boleh itu penumpang, boleh juga budaya. kita lihat cerita di LA dimana ryder tampil sungguh menarik sebagai perempuan supir taksi yang ngomong nyumpah2, ngerokok sambil makan permen karet, muka kotor kena oli, dan pake baju kyk montir. corky baru nganterin dua rocker ke bandara ketika ada ibu2 kaya baru keluar bandara ikut taksinya.
dialog di dalam taksi sungguh menarik(disini kekuatan film ini, semua dialog menarik, saya suka) corky dan si ibu kaya bicara soal laki2 dll, semacam girl talk tapi jadi simple karena corky. akhirnya si ibu nawarin corky jadi bintang film tapi ditolak karena corky mau jadi mekanik dan buka bengkel. cerita pindah.

sekarang New York
di Newyork banyak taksi. macam2 pengendaranya, salah satunya Almut, yang datang dari Eropa dan sebetulnya g bisa nyetir. Yoyo, orang hitam, nyari taksi mau ke bronx teriak2, g ada taksi yang mau brenti buat dia, kecuali Almut. nah, dijalan, Almut diajarin bahasa slank negro (maaf) sama Yoyo, terus Yoyo yg bawa taksinya karna takut dgn gaya nyetir Almut, mereka jadi teman, tapi setelah ngantar Yoyo Almut kesasar.

Paris
dua orang hitam prancis pake jas masuk dalam taksi, mereka bicara macam2 keras2, bikin kesal supir yang kayanya memang pemarah dan lg badmood. akhirnya si supir sambil marah2 nurunin penumpang tidak menyenangkan itu di tengah jalan. dia angkut cewe buta, dia pikir cewe buta g akan byk bicara kyk penumpang sebelumnya.
eh, sepanjang jalan, malah si supir yg ngajak ngobrol, panjang lebar sampai nanya "kupikir semua orang buta pakai kaca mata hitam, kau kok tidak?" si cewe jawab "oiya? g tau aku, belum pernah liat orang buta" (kira2 begitu terjemahan bebasnya, soalnya pake bahasa prancis dan saya baca teks englisnya. si supir amazed(apa padanannya???) karna si cewe bisa ngitung semuanya tanpa ngeliat, waktu turun dia ngurangi argo, kata si cewe "aku ditaksimu lebih lama dari itu, jgn kasi diskon karna kasihan" lalu dia bayar pas dgn argo. setelah si cewe turun, supir terus ngeliatin dia, bahkan sambil nyetir, akhirnya nabrak mobil orang, dan parodinya, si orang yang ditabrak marah, "are you blind!!!"

Rome
ini favorit saya. Roberto Benigni jadi supir taksi ugal2an di itali dan ngangkut seorang pastor. sepanjang perjalanan Roberto ngoceh dan minta pengakuan dosa untuk di maafkan sang pastor, dia bercerita tentang dosa2nya yang berkaitan dengan seks, mulai dari dia onani pake labu umur 12 sampai tidur sama sepupunya (whooaaw) dan saya baru tau ini setelah cek imdb, itu nonskrip! sepanjang entah berapa menit Benigno ngoceh kocak dengan improvisasi! tapi akhirnya si pastor meninggal karna sakit jantung tiba2 dan dia tinggalkan di kursi taman.

Helsinski
cerita ini kocak tapi gelap. fokus cerita tetap di obrolan dalam taksi tapi Jim Jarmusch tidak lengah akan detail, suasana tiap kota ditangkap, termasuk malam bersalju dgn beberapa orang mabok di jalanan helsinski ini.

aaah,... selesai juga, semoga resensi ini menyenangkan, but i ensure you, the movie was alot more fun. dapat 3 1/2 bintang.
setelah nonton ini saya ngebayangin, mungkin di Indonesia bisa juga dibikin film semacam ini, buat ngeramein genre film indonesia. Saya pikir comberan di komplek-komplek perumahan, atau kehidupan bawah jalan layang bagus dimasukin dalam layar gak kalah sama trowongan batu dan sungai bersalju di film ini. well, if miracle do exist, i guess they'll looks prettier at night time.

Tidak ada komentar: