kalau tidak salah sekitar 4 tahun yang lalu..
KKN kampus kami oke. Jadi saya dan 19 teman lainnya pergi berangkat ke desa bersama. Kami ditempatkan disana selama dua bulan dengan tugas tanpa tekanan untuk berhura-hura, berlibur, dan sedikit memberi kontribusi positif pada masyarakat sekitar. Macam apa kontribusinya? Kami diberikan kebebasan menentukannya sendiri.
Kami yang baru saja mengenal satu sama lain selama sekitar seminggu sampai di desa Purwasedar, Kec. Ciracap, Kab. Sukabumi malam-malam. Malam pertama itu kami yang sudah letih disambut oleh kepala desa beserta aparatnya yang notabene penduduk desa itu juga yang berarti diantar oleh keluarga, yang mana sedesa keluarga semua, maka dapat dikatakan kami disambut orang sedesa. Karena kami sampainya tengah malam, mereka belum memutuskan dimana yang perempuan akan dirumahkan, jadi kami digabung semua satu rumah dan diajak ngobrol oleh hampir setengah kampung, hingga pagi. Menyenangkan tentunya, mengenal banyak orang dan tidur serampangan beramai-ramai.
Kami berduapuluh didampingi seorang dosen yang juga asyik, beliau dengan wewenangnya memberi kami kepercayaan penuh untuk menjaga nama kampus dan menciptakan program kerja selama dua bulan. Menurut saya saat itu kami membuat sistem yang luar biasa menyenangkan.
Kami membagi 20 orang kedalam tim konseptor(bukan divisi) untuk menentukan program sesuai bidang kami masing-masing: Pertanian, Kesehatan, Pemerintahan&Komunikasi, dan Pendidikan.
Tiap tim konseptor bertanggung jawab untuk mengkonsep program: apa yang disampaikan/dilakukan, bagaimana melakukannya, apa saja yang dibutuhkan, waktu dan target program, dll. Nantinya, program tadi kami jalankan bersama-sama se20-20nya.
Namun, untuk menghasilkan rancangan program yang sesuai target, kami mengalokasikan waktu satu bulan pertama untuk keliling desa, yah.. bermain-main dan berkenalan, sosialisasi sebut kerennya. Sambil melalui hari-hari menyenangkan, hidup bersama warga desa Purwasedar, kami juga turut aktif dalam aktivitas koordinasi, rapat bersama kepala desa, kecamatan, antar mahasiswa kkn desa tetangga sekecamatan, dll.
Dalam sebulan ini kami menyerap data dan informasi yang bisa kami kumpulkan, berapa dusun yang ada di desa, bagaimana jalur transportasinya, apa saja potensinya, serta, apa saja masakan yang mereka sajikan, bagaimana hiburan malam di desa, sungai/laut mana saja yang enak direnangi, air terjun mana saja yang cantik-cantik, dan berbagai tempat menarik untuk berfoto ria. Kami juga ikut aktif dalam acara-acara sosial seperti rajaban, syukuran, pengajian dll.
Salah satu yang menarik adalah rajaban di dusun Warung-waru, salah satu dusun yang letaknya paling jauh, kami berjalan ber20 melalui jalan batu ditengah pekatnya malam dengan penerangan senter dari kepala dusun. setelah mengira-ngira kemana kami akan dibawa si bapak ini, tampak cahaya redup di kejauhan, terdengar suara pengajian, acara telah dimulai dan kami menjadi tamu yang ditunggu-tunggu. Kami baru tahu ada acara saja sekitar setengah jam sebelum mulai berjalan, rupanya kabar kedatangan kami disebarkan warga dari dusun-dusun sebelumnya yang sudah kami kunjungi.
Setelah sebulan kami dikenal (dan sepertinya disenangi) oleh warga, mulailah kami menyusun program-program yang memang menjadi tugas utama sebelumnya. Dari rapat antar kordinasi desa, kami termasuk yang terakhir memulai program-program dibandingkan dengan desa lain sekecamatan. Rapat macam ini berguna untuk mendapatkan pandangan melalui hasil temuan dan strategi program dari teman-teman di desa lain, selain tentunya membanggakan/mengeluhkan masing-masing kondisi tiap desa, perkembangan program, pendekatan dengan warga, dan tentu saja, gosip cinlok di desa atau antar desa.
Barulah kami memulai bulan kedua menjalankan program-program yang sudah kami rancang (sebagian besar dirancang dengan melibatkan aparat desa dan masyarakat). Konsep Pendidikan berjalan hampir setiap hari dengan kegiatan rutin mengajar di sd-sd, tiap sd yang ada di desa didatangi. Konsep Kesehatan berjalan asyik dengan bantuan sekolah dan puskesmas keliling, kami gosok gigi bareng se-sd dengan hasil sekarung poto yang tidak cocok dilihat saat sedang makan. Konsep Pemerintahan menghasilkan profil desa yang oke punya dan petunjuk jalan serta plang dusun yang masih berdiri dan ikut diklaim anak-anak KKN setelah kami. Konsep Pertanian mendapat banyak kesulitan karena banyaknya permasalahan besar yang sulit ditangani di program ini, seperti rencana pengairan untuk mengatasi kekeringan desa yang urung dilaksanakan karena banyak faktor. Tapi penyuluhan dan pembuatan pupuk daun mendapat respon yang baik dari orang desa. Kami semua senang.
Pergaulan kami bersama selama dua bulan tersebut menjadi salah satu kenangan yang teringat sampai sekarang, dan membuat kami lebih dari sekedar berteman.
5:20pm,
di kantor, merindu.