16.11.12

FF, samen wonen

"apa lagi?"
"ini baju-bajumu, komputer, isi laci, semua kalau perlu"
dia membongkar-bongkar isi kamar kontrakanku, semuanya dia masukkan ke dalam kardus yang sudah kami siapkan.
"sudah? apa lagi? bawa saja semuanya"
barang-barangku hampir semuanya dia masukkan ke dalam mobilnya, hanya beberapa potong pakaian yang tersisa di kamar itu.
-----------------------------------------
"aku masih tidak mengerti apa lagi yang kamu tunggu, aku bisa mencukupi kebutuhan kita, semua orang juga sudah capek ngelarangnya, gak akan diganggu lagi kita"

dia memaksaku untuk pindah bersamanya di rumah baru, semuanya memang sudah dia siapkan, akupun bisa dia antar ke kampus tiap hari karna sejalan dengan kantornya.
tadinya semua orang melarang hubungan kami, tapi setelah 3 tahun, semuanyapun menyerah, kami berdua keras kepala, apalagi soal cinta. 

tapi permintaannya untuk memindahkan seluruh barang-barang sulit kupenuhi, meskipun tidak ada lagi yang melarang, rasanya salah, aku tidak mau sepenuhnya menjadi tanggungan dia. aku biasa bertanggung jawab atas diriku, aku independen. tidak mau jadi dependen.

tadi pagi juga kami bertengkar hebat setelah bangun tidur, dia marah kalau aku suka pulang ke kontrakanku sendirian, dia ingin aku langsung saja pulang ke tempatnya ini, tapi itulah, aku juga tidak mengerti, rasanya tetap ada yang salah kalau aku pasrah-pasrah saja menggantungkan hidup dan memindahkan semua barangku di rumahnya.

entahlah.

*seperti biasa, sebelum tidur aku lepaskan dan aku letakkan kalung salibku diatas qur'annya. 

26.10.12

FF #bersih-bersih

Derit bambu teranyam menanda pagi sudah mulai lebih dulu untuk mereka.
Firman membangunkan boy, anak semata wayangnya yang masih terlelap disisinya ,
"Bangun nak, dah ajan tuh", telapak tangannya menyapu muka bocah 8tahun itu.
---
Mereka wudhu dengan air coklat sungai yang mengalir dibawah rumah mereka.
---
Boy belum lagi sekolah, bapaknya mengajak duduk di empat bilah bambu panjang yang memotong sungai tadi.
Menggunakan jaring dengan tangkai panjang mereka berdua menangkapi plastik-plastik dengan segala macam yang menyangkut berpilin2 melayari sungai. Tangkapan mereka lgsg diletakkan di sisi sungai, nantinya mereka jual perkilo.
"Rejeki itu datangnya dari Allah boy, kita tinggal tangkepin aja, tapi musti rajin, bangun pagi" kata Firman ke anaknya.
"Iya pak, ntar kalo sampahnya abis bersih udah sungainya ya?"
"Yaah.. Masih lama ini, banyak banget tu liat"
"Tapi ntar kalau sungai bersih kita nangkepin plastik dimana lg pak? Ntar duit makan dari mana?"
----
Mereka tersenyum, lanjut bekerja sambil terus bercanda.

10.10.12

lewat-lewat

pagi kesiang kesore kemalam
berkilau terang terik temaram gelap
dulu tadi sekarang nanti 
muka muka timbul tenggelam lewat-lewat

aku berdiri di tengah-tengah lalu lalangnya waktu, angin pasir daun lampu-lampu terbang melawatiku tapi tak sudi mampir. rasanya seperti visualisasi lorong waktu di film sains fiksi. pagi-siang-petang-dan malam terasa pergi, bukan datang. ini agak sulit dijelaskan, di tengah-tengah ramai aku kesepian -pun tak hendak mencari teman. 

biarkan saja dulu aku berdiri disini terpaku, mungkin engkau dan yang lainnya bisa datang menghibur tapi tolong jangan harapkan perubahan raut wajahku, karena kalian, juga pagi juga siang juga petang juga malam, hanya lewat-lewat di lorong waktuku ini, yang kujanjikan segera padam. 

selasa selesa,
10/10/12, 13:22wib.

28.8.12

FF. Dalam suka juga duka

"sayang.. kitakan berkecukupan, duit kitakan ada, kamu sehat, aku juga, kenapa kita susah-susah, sementara banyak orang yang mau seperti kita, apa kamu gak bersyukur?"
...
"bukan itu, dari dulu aku bilang, mau sama-sama terus sama kamu. bukannya aku gak mau senang-senang, tapi aku juga mau susah-susah sama kamu"

lelaki itu lantas turun, meninggalkan istrinya didalam mobil mewah ditengah kemacetan, hawa dingin keluar melalui satu dari mobil berpintu dua tersebut.

5.7.12

Memoar Kuliah Kerja

kalau tidak salah sekitar 4 tahun yang lalu..

KKN kampus kami oke. Jadi saya dan 19 teman lainnya pergi berangkat ke desa bersama. Kami ditempatkan disana selama dua bulan dengan tugas tanpa tekanan untuk berhura-hura, berlibur, dan sedikit memberi kontribusi positif pada masyarakat sekitar. Macam apa kontribusinya? Kami diberikan kebebasan menentukannya sendiri.

Kami yang baru saja mengenal satu sama lain selama sekitar seminggu sampai di desa Purwasedar, Kec. Ciracap, Kab. Sukabumi malam-malam. Malam pertama itu kami yang sudah letih disambut oleh kepala desa beserta aparatnya yang notabene penduduk desa itu juga yang berarti diantar oleh keluarga, yang mana sedesa keluarga semua, maka dapat dikatakan kami disambut orang sedesa. Karena kami sampainya tengah malam, mereka belum memutuskan dimana yang perempuan akan dirumahkan, jadi kami digabung semua satu rumah dan diajak ngobrol oleh hampir setengah kampung, hingga pagi. Menyenangkan tentunya, mengenal banyak orang dan tidur serampangan beramai-ramai.

Kami berduapuluh didampingi seorang dosen yang juga asyik, beliau dengan wewenangnya memberi kami kepercayaan penuh untuk menjaga nama kampus dan menciptakan program kerja selama dua bulan. Menurut saya saat itu kami membuat sistem yang luar biasa menyenangkan.

Kami membagi 20 orang kedalam tim konseptor(bukan divisi) untuk menentukan program sesuai bidang kami masing-masing: Pertanian, Kesehatan, Pemerintahan&Komunikasi, dan Pendidikan.
Tiap tim konseptor bertanggung jawab untuk mengkonsep program: apa yang disampaikan/dilakukan, bagaimana melakukannya, apa saja yang dibutuhkan, waktu dan target program, dll. Nantinya, program tadi kami jalankan bersama-sama se20-20nya.

Namun, untuk menghasilkan rancangan program yang sesuai target, kami mengalokasikan waktu satu bulan pertama untuk keliling desa, yah.. bermain-main dan berkenalan, sosialisasi sebut kerennya. Sambil melalui hari-hari menyenangkan, hidup bersama warga desa Purwasedar, kami juga turut aktif dalam aktivitas koordinasi, rapat bersama kepala desa, kecamatan, antar mahasiswa kkn desa tetangga sekecamatan, dll. 

Dalam sebulan ini kami menyerap data dan informasi yang bisa kami kumpulkan, berapa dusun yang ada di desa, bagaimana jalur transportasinya, apa saja potensinya, serta, apa saja masakan yang mereka sajikan, bagaimana hiburan malam di desa, sungai/laut mana saja yang enak direnangi, air terjun mana saja yang cantik-cantik, dan berbagai tempat menarik untuk berfoto ria. Kami juga ikut aktif dalam acara-acara sosial seperti rajaban, syukuran, pengajian dll. 

Salah satu yang menarik adalah rajaban di dusun Warung-waru, salah satu dusun yang letaknya paling jauh, kami berjalan ber20 melalui jalan batu ditengah pekatnya malam dengan penerangan senter dari kepala dusun. setelah mengira-ngira kemana kami akan dibawa si bapak ini, tampak cahaya redup di kejauhan, terdengar suara pengajian, acara telah dimulai dan kami menjadi tamu yang ditunggu-tunggu. Kami baru tahu ada acara saja sekitar setengah jam sebelum mulai berjalan, rupanya kabar kedatangan kami disebarkan warga dari dusun-dusun sebelumnya yang sudah kami kunjungi. 

Setelah sebulan kami dikenal (dan sepertinya disenangi) oleh warga, mulailah kami menyusun program-program yang memang menjadi tugas utama sebelumnya. Dari rapat antar kordinasi desa, kami termasuk yang terakhir memulai program-program dibandingkan dengan desa lain sekecamatan. Rapat macam ini berguna untuk mendapatkan pandangan melalui hasil temuan dan strategi program dari teman-teman di desa lain, selain tentunya membanggakan/mengeluhkan masing-masing kondisi tiap desa, perkembangan program, pendekatan dengan warga, dan tentu saja, gosip cinlok di desa atau antar desa.

Barulah kami memulai bulan kedua menjalankan program-program yang sudah kami rancang (sebagian besar dirancang dengan melibatkan aparat desa dan masyarakat). Konsep Pendidikan berjalan hampir setiap hari dengan kegiatan rutin mengajar di sd-sd, tiap sd yang ada di desa didatangi. Konsep Kesehatan berjalan asyik dengan bantuan sekolah dan puskesmas keliling, kami gosok gigi bareng se-sd dengan hasil sekarung poto yang tidak cocok dilihat saat sedang makan. Konsep Pemerintahan menghasilkan profil desa yang oke punya dan petunjuk jalan serta plang dusun yang masih berdiri dan ikut diklaim anak-anak KKN setelah kami. Konsep Pertanian mendapat banyak kesulitan karena banyaknya permasalahan besar yang sulit ditangani di program ini, seperti rencana pengairan untuk mengatasi kekeringan desa yang urung dilaksanakan karena banyak faktor. Tapi penyuluhan dan pembuatan pupuk daun mendapat respon yang baik dari orang desa. Kami semua senang.

Pergaulan kami bersama selama dua bulan tersebut menjadi salah satu kenangan yang teringat sampai sekarang, dan membuat kami lebih dari sekedar berteman. 

5:20pm,
di kantor, merindu.

13.6.12

sentuhan pribadi

ina ini ani anu
ita ati tia itu
semuanya datang tapi hilang, tidak tinggal mereka biarkan aku
segala sedu sedan edan melanglang dari subuh hingga petang, 
lalu dimalam, mereka datang, mengirim kembang untuk temani lelapku.
bolakbalik tarik aku, setelah selesai mereka bantu lap keringatku.
dibiarkan tubuhku terbujur lelah,lemas.
ya, tiap hari begitu, tiap hari perutku terisi dengan peluh simfisis pubis berbulu.
tapi ini hari rabu, hari untukku.

kusediakan air hangat untuk rendam tubuh lelahku,
aku rapihkan kuku, basuh belakang telingaku,
kukepit dua jariku didalam selangkangan,
kubiarkan kakiku menegang, dadaku mengencang,
tak beraturan nafasku, menggeliat telanjang berpilin didalam selimut, 
kubiarkan telunjuk dan jari tengah didalamku hingga basah berlimpah.
aku tidur, mimpi indah.
(13/6) 10:07 pm.