Derit bambu teranyam menanda pagi sudah mulai lebih dulu untuk mereka.
Firman membangunkan boy, anak semata wayangnya yang masih terlelap disisinya ,
"Bangun nak, dah ajan tuh", telapak tangannya menyapu muka bocah 8tahun itu.
---
Mereka wudhu dengan air coklat sungai yang mengalir dibawah rumah mereka.
---
Boy belum lagi sekolah, bapaknya mengajak duduk di empat bilah bambu panjang yang memotong sungai tadi.
Menggunakan jaring dengan tangkai panjang mereka berdua menangkapi plastik-plastik dengan segala macam yang menyangkut berpilin2 melayari sungai. Tangkapan mereka lgsg diletakkan di sisi sungai, nantinya mereka jual perkilo.
"Rejeki itu datangnya dari Allah boy, kita tinggal tangkepin aja, tapi musti rajin, bangun pagi" kata Firman ke anaknya.
"Iya pak, ntar kalo sampahnya abis bersih udah sungainya ya?"
"Yaah.. Masih lama ini, banyak banget tu liat"
"Tapi ntar kalau sungai bersih kita nangkepin plastik dimana lg pak? Ntar duit makan dari mana?"
----
Mereka tersenyum, lanjut bekerja sambil terus bercanda.
26.10.12
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar