16.11.12

FF, samen wonen

"apa lagi?"
"ini baju-bajumu, komputer, isi laci, semua kalau perlu"
dia membongkar-bongkar isi kamar kontrakanku, semuanya dia masukkan ke dalam kardus yang sudah kami siapkan.
"sudah? apa lagi? bawa saja semuanya"
barang-barangku hampir semuanya dia masukkan ke dalam mobilnya, hanya beberapa potong pakaian yang tersisa di kamar itu.
-----------------------------------------
"aku masih tidak mengerti apa lagi yang kamu tunggu, aku bisa mencukupi kebutuhan kita, semua orang juga sudah capek ngelarangnya, gak akan diganggu lagi kita"

dia memaksaku untuk pindah bersamanya di rumah baru, semuanya memang sudah dia siapkan, akupun bisa dia antar ke kampus tiap hari karna sejalan dengan kantornya.
tadinya semua orang melarang hubungan kami, tapi setelah 3 tahun, semuanyapun menyerah, kami berdua keras kepala, apalagi soal cinta. 

tapi permintaannya untuk memindahkan seluruh barang-barang sulit kupenuhi, meskipun tidak ada lagi yang melarang, rasanya salah, aku tidak mau sepenuhnya menjadi tanggungan dia. aku biasa bertanggung jawab atas diriku, aku independen. tidak mau jadi dependen.

tadi pagi juga kami bertengkar hebat setelah bangun tidur, dia marah kalau aku suka pulang ke kontrakanku sendirian, dia ingin aku langsung saja pulang ke tempatnya ini, tapi itulah, aku juga tidak mengerti, rasanya tetap ada yang salah kalau aku pasrah-pasrah saja menggantungkan hidup dan memindahkan semua barangku di rumahnya.

entahlah.

*seperti biasa, sebelum tidur aku lepaskan dan aku letakkan kalung salibku diatas qur'annya. 

3 komentar:

Yas Dong mengatakan...

Aih bagus coooii

Crow Reborn mengatakan...

Simple, but deep. You should've made it longer.

maulana ikhsan mengatakan...

Makasi mas oke :) mari lagi!
Yes mr. Edwin, I'll try