di jok kulit belakang aku telan, liur pahit pak tua itu.
di sudut atas perutku peju kulap.
lima juta, malam itu aku jagal untuk bulan depan.
aku jalang, tukang ngangkang penghasil uang.
kupikir itu yang kudengar sebentar di balik pintu ruang kelasku.
aku lantas berbisik, "tuhan, tolong jangan beritahu mereka, cukup mama papa saja".
bisik-bisikan itu terus berlanjut saat bel berbunyi dan aku duduk di bagian depan.
pak arif masuk dan langsung menunjuk hidungku, "saya tidak mau ada lonte di kelas saya!"
baiklah, tampaknya manusia memang lebih punya hormat pada bapak-bapak sibuk lulusan ekonomi luar negeri yang bersidang di siang dan menggamit pantatku malamnya, dari pada gadis kampung miskin yang menyewakan selangkangan untuk menyelesaikan pendidikan. baiklah, aku matikan saja tubuh berpeluh dosa ini dari tingkat lima gedung yang tiap tahun bertelor orang(bukan pelacur) dengan toga dan foto keluarga.
3 komentar:
tragis
iya nih, ndak tau, akhir2 ini byk mikirin mereka...
..eh, itu mary and max mau diriview kapaaaan?
udah lama nih kureview, boy
http://m4s0k3.multiply.com/reviews/item/121
Posting Komentar