sebenarnya ada pesan yang harus kusampaikan,
namun kepakan sayapku memang tak ditakdirkan untuk tenang
terbang aku melayang melintasi ruang, wangi uang dan keringat perempuan yang kukejar
kau tau kenapa?
karna uang -terutama yang telah usang, menjanjikanku cerita petualangan.
dia lahir dalam bentuk sempurna, pada awalnya
lalu diberi nilai dan menjadi ujung nafas manusia,
hirupan pertama memang hanya menyajikanku kesan terakhir tangan yang menerimanya
kau bisa tau apa yang mereka punya, dengan petunjuk wangi uang belaka.
:amis lembab bernuansa, mungkin sedikit darah, datang dari tangan penuh semangat,
berpindah ke lipatan dingin dompet kulit panjang yang tak beri peluang untuk dia berkerut
dia berjejer runut sesuai besarannya, dari plastik merah hingga bubur kertas biru yang mengering
kau tau perjalanan si uang ini dari darah atau berak berpindah sebagai pengganti bedak dan minyak wangi.
sementara keringat perempuan, ...aku tak berani sebenarnya menceritakan
kau tau berapa sulitnya mengecap bulir-bulir segar bercampur bedak sulfur berasa mint?
mereka menjauhiku sebagaimana malam kabur dari fajar. tidak seperti siang dan petang yang santun pamit sopan dengan semburat senja pelan-pelan.untuk pantat hijauku dan dengung kepakku aku terlahir untuk dibenci pemilik wangi surgawi ini.
banyak manusia yang lemas lututnya dan kering kerongkongannya sebelum bisa menghirup deras keringat perempuan. dan aku, merasa berdosa jika tidak mencicip barang setitik punggung perempuan yang basah setelah berolah raga atau bercinta.
dan kau tau? dua hal diatas lebih layak kalian jadikan alasan bunuh-bunuhan daripada sekadar tuhan.
0:58am kamis(12/04)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar