ita ati tia itu
semuanya datang tapi hilang, tidak tinggal mereka biarkan aku
segala sedu sedan edan melanglang dari subuh hingga petang,
lalu dimalam, mereka datang, mengirim kembang untuk temani lelapku.
bolakbalik tarik aku, setelah selesai mereka bantu lap keringatku.
dibiarkan tubuhku terbujur lelah,lemas.
ya, tiap hari begitu, tiap hari perutku terisi dengan peluh simfisis pubis berbulu.
tapi ini hari rabu, hari untukku.
kusediakan air hangat untuk rendam tubuh lelahku,
aku rapihkan kuku, basuh belakang telingaku,
kukepit dua jariku didalam selangkangan,
kubiarkan kakiku menegang, dadaku mengencang,
tak beraturan nafasku, menggeliat telanjang berpilin didalam selimut,
kubiarkan telunjuk dan jari tengah didalamku hingga basah berlimpah.
aku tidur, mimpi indah.
(13/6) 10:07 pm.
2 komentar:
Nice
terima kasih mas
:)
Posting Komentar